kronologis curhat murahan

April 28, 2010 § Leave a comment

Sebenarnya ini bukan hal yang patut diceritakan, tapi saya sudah agak jengah mendem hal ini sendiri, jadi ya sudahlah.

lebih dari 1,5 tahun yang lalu:
Awalnya adalah kedekatan senior-junior yang memiliki banyak kesamaan minat. Semakin lama semakin banyak rencana jalan bersama yang dibuat. Saya tidak banyak berharap dari hubungan ini, namun tidak bisa dipungkiri saya selalu senang setiap kali menghabiskan waktu bersama si senior ini. Memang tidak semua rencana jalan berhasil dengan baik, salah satunya rencana perjalanan ke sebuah tempat di kawasan Thamrin. Namun, itu bukan alasan mengapa hubungan saya dan dia tidak berlanjut lebih jauh. Alasan utamanya tidak lain dan tidak bukan karena si senior memiliki pasangan di kemudian hari. Yang lebih agak ‘ya ampun kok bisa sih’ adalah 2 jam sebelum status FB si senior berganti, saya sedang MSN-an dengan si senior untuk membuat rencana jalan bareng ke sebuah konser di hari esok. Kurang warasnya saya, rencana jalan bareng ke sebuah konser tetap berjalan dengan baik, meskipun sesekali diselingi tatapan sadis pacar si senior. Jujur, mungkin saat itu saya berpikir bahwa itu akan jadi saat terakhir jalan bersama si senior.

sekitar 1 tahun yang lalu:
Saya dan si senior ternyata masih beberapa kali mengobrol di lingkungan kami, makan bersama, berbagi lelucon yang tidak bodoh dan juga tidak lucu, dan smsan serta chatting. Saya sadar saya siapa dan tidak akan jadi siapa-siapa dia. Sementara beberapa teman-teman peer saya bilang, dia tidak seharusnya seperti itu kepada saya karena dia punya pacar. Saya pun mulai menjaga jarak.

8 bulan yang lalu:
Tepatnya sekitar bulan puasa, ini sebuah kejadian yang agak membuat saya tersontak. Ketika itu si senior mengantarkan pacarnya ke kosan dan bertemu saya di jalan. Setelah itu saya duduk dan membeli minuman di sebuah warung, lalu terdiam sendiri. Seperti bisa ditebak oleh kalian semua, setelah dia selesai mengantarkan pacarnya dia duduk menemani saya malam itu. Di hari-hari kemudian di melakukan hal serupa setiap saya sedih, duduk menemani saya tanpa bertanya masalah saya apa, saya tidak pikir panjang karena saya tidak merasa punya perasaan apa-apa terhadap si senior.

1 bulan yang lalu:
Saya menunggu seorang teman sambil mengerjakan tugas di depan kelas teman saya, sampai di saat si senior datang dan mengajak mengobrol seperti biasa. Saya tidak menanggapi lebih jauh sampai di saat dia mengajak saya menonton Dashboard Confessional. Oke, saya cukup takjub dia mengajak saya jalan setelah dulu apa yang dia lakukan. Lalu saya pun bertanya apakah pacarnya dan dia bilang, dia hanya mengajak saya. Okay, enough.

Hari ini di perjalanan menuju Plaza Indonesia:
Perasaan saya tidak begitu enak, sampai di saat saya membaca sebuah sms yang bernada marah dari pacar si senior untuk menjauhi hubungannya dengan si senior. Saya rasanya meneteskan air mata dan sesak bernafas.

Sejujurnya saya tidak ingin mengganggu hubungan siapapun dalam hal ini. Sedih sih, kalo dituduh seperti itu, saya tidak mengharapkan hal itu di saat hidup saya sedang sebigini susahnya. Saya harap si senior dan pacarnya bisa kembali rukun dan berbahagia.
Selamat malam.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

What’s this?

You are currently reading kronologis curhat murahan at invisible monologue.

meta

%d bloggers like this: