rasanya ingin berhenti

April 10, 2010 § Leave a comment

Sejujurnya kalau saja selama minggu ini tidak ada pertandingan futsal, maka mood saya akan mencapai level mental breakdown.  Hanya itu satu dari dua hiburan minggu ini, yang satu lagi adalah menelpon seluruh keluarga saya. Sebenarnya hal apa yang membuat minggu ini berat?

1. Papa and his arm

Awal minggu lengan sebelah kiri ayah saya cidera dan pada awalnya tidak begitu diindahkan sehingga pada akhirnya ada bagian ototnya yang menurut hasil rontgen mengalami kerusakan jaringan.

2. Kepanitian bikin minta ampun

Tahun ini saya ikut serta dalam 5 kepanitian beriringan dimulai dari awal tahun dan semuanya hasil closed recruitmen, tentu saja saya tidak enak menolaknya. Walhasil saya sibuk dari Januari 2010 hingga Oktober 2010. Bulan ini hectic kembali melakukan counter attack setelah sempat meredup.

3. Baru sehat

Sebulan yang lalu saya terserang DBD tapi selama sakit saya tidak dapat beristirahat, hingga sekarang.

4. Realitas mulai samar

Ini mungkin efek kurang tidur selama beberapa minggu akibat tugas dan lain-lain. Terakhir kali saya merasa ada seseorang sedang berdiri di luar pintu kamar mandi ketika saya mandi, padahal bahkan pintu kamar terkunci.

5. ….

Yang ini adalah hal yang cukup memukul. Kenyataan bahwa adik saya menjadi korban bullying di sekolahnya. Selama ini saya sering berbicara dengan guru di sekolahnya, mereka berkata bahwa adik saya adalah anak pintar yang pendiam, serta tidak punya masalah. Semua kawan menyukainya, dia juga atlet basket di tingkat Jawa Barat dan sering menjadi MVP di berbagai pertandingan basket. Sungguh menyedihkan ketika mendapati kabar gurunya mendapatinya tergetak di pelataran sekolah dan hingga saat ini tidak bangun. Saya saja sudah cukup sangat sedih begitu mendengar kesaksian bahwa ia dipukuli dan diinjak kepalanya hingga tidak sadarkan diri. Teman-temannya yang melakukan hal ini pasti sudah gila. Padahal lusa, hari minggu tanggal 11, dia akan mengikuti SIMAK UI. Saya tidak habis pikir sungguh.

Ah, rasanya saya tidak bisa melanjutkan hidup jika tiap waktu berat begini! Saya tak tahu sampai kapan lagi. Tersenyum saja sulit, belum kering pula air mata di pelupuk.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

What’s this?

You are currently reading rasanya ingin berhenti at invisible monologue.

meta

%d bloggers like this: