monologue #27:semua henti di sana, percuma

July 18, 2009 § 4 Comments

Kemarin  Ayu bilang dia udah cukup pusing baca postingan saya yang ditulis dalam bahasa inggris,  tapi ya gimana, pas yang keluar di otak bahasa begitu Yu. Hari ini mumpung aja output yang ada bahasa Indonesia.

Hari ini, daritadi tepatnya, saya putar acak daftar lagu di windows media player saya. Agak kaget karena yang keluar lagu aneh-aneh dan jarang saya dengerin tepatnya. Terus saya nemu lagu band ****** *** , oke silahkan ditebak sendiri band apa ya. Terus karena saya kaget udah lama gak denger lagu itu dan lagi browsing, saya pun buka myspace-nya. Saya liat info-nya dan ternyata gitarisnya yang tampan rupawan menarik hati udah keluar karena kesibukannya sebagai artis ibukota (tuh kan udah dikasih hint).  Gak cukup udah liat-liat akun orang, saya pun buka akun saya sendiri. Ternyata setelah sekian lama masih bisa dibuka juga, gak kayak fs yang ngambek dan agak susah dibuka.

Saya liat ternyata ada friend request dan comment pending di inbox, ya sudahlah asal approve saja (seperti  biasa). Banyak yang (bisa) berubah ternyata dari tampilan myspace, hal itu membawa saya untuk merubah sedikit tampilannya. Klik kanan, klik kiri, dan publish. Akhirnya saya bosan juga sama situs jejaring sosial itu. Sampai saya melihat jumlah comment yang ada, menurut saya sih cukup banyak, sekitar 800an.  Saya pun hendak membacanya, ya siapa tau aja menemukan sesuatu yang berkesan dan memang banyak yang berkesan dari myspace (salah satunya url myspace saya yang noraknya setengah ampun. Ya gimana dong anak smp bikin myspace).  Banyak yang seru, buat ketawa, buat nangis, dan buat senyum (udah kayak reunian sekolah aja). Yang pasti kalo diruntut dari awal saya bikin myspace, saya berasa gaul dan kampungan dalam waktu bersamaan. hahaha, geli abis! Gak gitu sih, cuman setidaknya itu jadi peninggalan masa muda saya. Pertamanya pengan saya inactive, tapi sayang juga mending saya anggurin tapi kapan-kapan dibuka mungkin. Walaupun pada akhirnya seperti kata Float,

“semua henti di sana, percuma”

Advertisements

§ 4 Responses to monologue #27:semua henti di sana, percuma

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

What’s this?

You are currently reading monologue #27:semua henti di sana, percuma at invisible monologue.

meta

%d bloggers like this: